Home FILM Panggung Besar Denzel Washington Sebagai Sutradara

Panggung Besar Denzel Washington Sebagai Sutradara

Film Antöne Fisher [2002]

3
0
SHARE
Panggung Besar Denzel Washington Sebagai Sutradara

Dalam waktu berdekatan, sejumlah aktor terkenal Hollywood memulai debut penyutradaraannya. Ada George Clooney yang membesut Confession of A Dangerous Mind (2002) yang ‘nakal’, Nicolas Cage merilis Sonny (2002), John Malkovich memperkenalkan The Dance Upstairs (2002) yang lirih, hingga Denzel Washington yang meluncurkan Antwone Fisher (2002). Gejala apa ini? Oh, ini sudah jamak terjadi di Hollywood, seumur dengan keberadaan film itu sendiri. Yang menarik dicermati adalah keberhasilan mereka menarik perhatian publik dengan karya perdananya. Kita tentu masih ingat bagaimana Kevin Costner dengan Dances With Wolves (1990) dan Mel Gibson dengan Braveheart (1995) yang ‘mengharu biru’ di panggung Oscar dengan menyabet 2 predikat prestisius: Sutradara dan Film Terbaik.

Sayangnya dari sekian nama yang disebut di atas, tak semuanya membuktikan kepiawaian mengarahkan segala macam elemen demi sebuah karya sinema bernama film. Padahal sebagai aktor, prestasi mereka lumayan membanggakan. Tapi itu memang bukan jaminan. Clooney berhasil menarik simpati kritikus dengan debut-nya lantaran bisa jadi diuntungkan skenario ‘cerdas’ buatan Charlie Kauffman. Sementara Washington memperoleh keplokan lebih meriah lagi dengan Antwone Fisher.

Apa sih hebatnya Antwone Fisher? Well, selain bersandar pada skenario yang matang (ditulis sendiri oleh Antwone Fisher), Washington juga menyandarkan karya perdananya ini sepenuhnya pada aktor pemula, Derek Luke. Bukankah ini sangat berisiko? Jika tak cakap berakting, bisa jadi yang kena ‘semprot’ kritikus pertama kali bukan Luke, tapi Washington yang dinilai kurang terampil mengarahkan pemain. Untungnya, Washington tak salah pilih. Luke yang sama sekali tak pengalaman, mengeluarkan segenap energinya melalui peran sebagai Antwone Fisher, perwira AL bermasalah. Dan jadilah Antwone Fisher a study of characteryang berhasil.

Antwone Fisher bercerita tentang problematika perwira itu. Dari awal diperlihatkan Fisher ini jenis manusia temperamental dengan hati mengeras bagai batu. Ketika ditanya oleh psikiater AL, Dr. Jerome Davenport (dimainkan sendiri oleh Washington) mengenai orang tuanya, Fisher menjawab, “Aku tak pernah punya orang tua!”. Belum cukup dengan itu, ketika balas dijawab oleh psikiater tersebut, “Oh, berarti kau adalah keajaiban medis” jawaban Fisher tak kalah sengaknya, “Aku berasal dari bawah batu!”. Well, itu baru awalnya. Sejak pertama, Antwone menganggap sesi pertemuannya dengan Dr. Davenport sia–sia saja. Dianggapnya pula bahwa tak ada yang perlu dibicarakan. Jadi, berminggu-minggu Antwone datang hanya untuk berdiam diri di ruang kantor psikiater tersebut sampai sesinya berakhir. Bukan main!

Setelah dilacak, ternyata temperamen Antwone di masa sekarang bersumber dari masa lalu. Ya, ‘musuh’ Antwone ternyata masa lalu yang mengerikan! Miris memang mendengarkan kisahnya. Antwone dilahirkan di penjara, sebulan setelah ayahnya dibunuh oleh pacarnya sendiri. Ia pun dititipkan di keluarga yang ibu angkatnya ternyata sering memukulinya. Dan seperti belum cukup, Antwone kecil pun sering dipaksa ‘melayani’ Nadine (tidak jelas status Nadine di keluarga itu).

Untungnya, Dr. Davenport berhasil membujuk Antwone menyusuri masa kecilnya dengan cara melacak jejak keluarganya. Ditemani kekasihnya, Cheryl (Joy Bryant), mulailah Antwone menyisihkan waktu dan menyusuri jejak keberadaannya. 

Antwone Fisher yang digagas dari kisah nyata memang sangat menarik untuk difilmkan. Kisah hidup yang berliku rasanya memang pantas menarik perhatian seorang aktor seserius Denzel Washington. Tapi Washington tak menjadikan Antwone Fisher sebagai panggung besar untuk mengasah aktingnya. Well, ia tak perlu itu lagi. Dengan 2 Oscar di tangan (lengkap untuk Aktor Pendukung dan Aktor Terbaik), rasanya integritas Washington sebagai aktor tak perlu dipertanyakan. Maka Antwone Fisher menjadi panggung maha besar bagi Derek Luke. Ya, maha besar karena kapan lagi dapat memainkan karakter tokoh sekaya Antwone Fisher. Dan kepercayaan besar dari Washington memang tak disia–siakan oleh Luke. Lihatlah gerak tubuh dan mimik yang ditampilkan aktor muda ini, sama sekali tak tampak bahwa ia adalah aktor yang baru mengenal dunia akting. Ia berakting seluwes Washington, bahkan di beberapa momen rasanya Luke bisa ‘mengalahkan’ Washington. Sayangnya, keberhasilan Luke ini, entah kenapa, tak dipandang sedikitpun oleh juri Oscar. Padahal peranannya disini sangat layak membuatnya mendapat, minimal nominasi. Kalau Matt Damon untuk peranan yang nyaris serupa dalam Good Will Hunting (1997) bisa mendapatkannya, mengapa Luke tidak? Ini memang misteri besar bagi kita semua atas kapabilitas penilaian Oscar selama ini.

 menjelma kisah yang menyentuh hati, memilukan dan menyadarkan di saat bersamaan. Dari sosok Fisher, kita bisa belajar banyak hal. Terutama belajar berdamai dengan diri sendiri.Antwone Fisher Tak bisa disangkal

Video Terkait: