Bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang kita sayangi? Saya merasakannya ketika masih kelas 1 SMA. Ibu saya meninggal seketika karena kecelakaan mobil. Dunia indah saya seketika runtuh. Saya kehilangan tempat berpijak.
Saya bisa merasakan yang dirasakan Fern ketika Bo, suaminya, meninggal dunia. Tapi Fern mengambil keputusan paling berani yang tak terbayangkan. Ia meninggalkan kehidupan lamanya, mengembara dan mungkin mencari-cari kepingan dirinya yang tercabik pasca kepergian itu.
Lebih tragis lagi yang dialami Bob. Ia nyaris tak bisa membicarakan peristiwa bunuh diri yang dilakukan putranya. Tragedi itu demikian membekas dan mungkin jadi salah satu penyebab ia melarikan diri dari kehidupan lamanya.
Kehilangan orang-orang yang paling kita cintai menimbulkan luka dalam dan butuh bertahun-tahun untuk sembuh. Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mengobati dirinya. Bagi Fern dan Bob, itu adalah berkelana ke seantero negeri, menemukan kembali dirinya yang sempat hilang dan tersesat.
Sedemikian dalamnya pun luka yang ditimbulkan oleh kehilangan, toh hidup juga akan terus berputar. Kita tak akan bisa terus menerus hidup di masa lalu, menangisi kenangan yang tak akan bisa kembali.
Pada akhirnya mengembara sesungguhnya adalah menemukan kembali jalan untuk pulang. Pada akhirnya Fern tahu itu dan ia berdamai dengan dirinya sendiri.

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://resensi.my.id.stoedioportal.com//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY