Coba tempatkan dirimu pada situasi sulit ini. Kamu seorang ayah dan putrì kecilmu diperkosa dan disiksa secara brutal oleh dua pemuda kulit putih. Ketika kamu mencoba menegakkan keadilan dengan menembak mati dua pemuda pemerkosa itu, apakah lantas dirimu bersalah?
Di dunia nyata, keadilan seringkali hadir sebagai sesuatu yang kabur. Dan banyak dari kita yang sudah tak percaya dengan keadilan. Mungkin saya termasuk yang percaya, tapi tidak dengan Jack Brigance.
Jack, seorang pengacara muda, tampan, kharismatik, berkulit putih namun tak berpengalaman. Jack percaya seharusnya ada keadilan pada tindakan yang diambil Carl Lee, ayah dari gadis cilik yang diperkosa itu.
Tapi apa sesungguhnya keadilan itu? Apakah perkara mata dibalas mata bisa dianggap sebagai sesuatu yang adil? Kita tak pernah tahu sebelum betul-betul melihatnya dengan jernih.
Dalam pidato panjang di pengadilan di penghujung film, Jack kembali mengingatkan kita betapa seringkali kita tak adil akibat prasangka. Tapi kita punya hati nurani yang seharusnya bisa menimbang tindakan apapun yang kita ambil dalam hidup.

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://resensi.my.id.stoedioportal.com//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY