Home FILM Trauma Adalah Hantu-Hantu Masa Lalu

Trauma Adalah Hantu-Hantu Masa Lalu

Film Rocketman [2019] - Tayang di Netflix

2
0
SHARE
Trauma Adalah Hantu-Hantu Masa Lalu

Coba kita ingat-ingat apa hal paling menakutkan ketika kita belia dan terus membekas menembus waktu? Mungkin diantara kita ada yang sesederhana takut dengan kecoak dan cicak misalnya. Kalau saya dulu takut sekali dengan orang gila. Biasanya jika tengah berjalan kaki dan terlihat orang gila dari kejauhan, saya memilih jalan memutar dibanding harus berdekatan dengannya.

Tapi bagaimana jika yang membekas di hati kita hingga nyaris berkarat disana adalah perasaan tak dicintai? Dalam biopik seorang jenius musik bernama Elton John, perasaan itu menjadi inti utama cerita. Menarik sekali menyaksikan Elton membiarkan masa lalunya sekali lagi dikoyak dalam Rocketman. Maka boleh jadi film ini terasa lebih emosional dari Bohemian Rhapsody.

Saya selalu kagum ketika menyaksikan biopik seorang jenius menghindar dari klise untuk bercerita tentang pencapaian. Ia justru membiarkan penonton mengintip masa lalu yang disembunyikan puluhan tahun. Berapa banyak dari kita yang punya masalah dengan ayah yang cenderung tak bisa mengungkap perasaannya? Banyak bukan? Di titik inilah, kita yang pernah mengalaminya, merelakan trauma kita ditelanjangi oleh sutradara Dexter Fletcher. Seperti psikiater, kita dipaksa berhadapan dengan sejenis hantu dari masa lalu bernama trauma.

Rocketman konsisten membiarkan melihat kerapuhan Elton sejak kecil yang mungkin sedikit banyak mengasah musiknya sehingga terdengar tulus dan sesekali menyakitkan. Coba ingat-ingat kembali bagaimana lagu “Tiny Dancer”, “Our Song” hingga “Sorry Seems To Be The Hardest Word” pernah mengelus hati kita. Di Rocketman, lagu-lagu ini terdengar lebih menyakitkan karena ia bicara tentang apa yang dialami dan dirasakan Elton.

Bertahun-tahun Elton bergulat dengan perasaan tak dicintai. Bahkan ketika ia telah dewasa dan sukses dan hendak berekonsiliasi dengan ayahnya, yang diterimanya tetap saja pemandangan menyakitkan. Dan Taron Edgerton sukses menyampaikan rasa itu ke penonton. Bagi kita yang mengalaminya, mungkin akan marah dan menangis tak terkira karena Fletcher begitu teganya memperlihatkan realitas menyakitkan itu.

Tapi hidup memang terus berjalan. Kita juga perlu memaafkan siapapun, termasuk ayah kita, atas perasaan tak dicintai itu. Saya, Elton, kamu juga pada akhirnya harus berhenti menyalahkan diri sendiri.

Video Terkait: